Transformasi KMHDI
Transformasi KMHDI untuk Indonesia merupakan arah baru gerakan yang menempatkan organisasi ini sebagai pusat pengembangan intelektual dan penggerak perubahan sosial, dengan tanggung jawab moral dan sosial untuk menegakkan Dharma Agama dan Dharma Negara. Wayan Ardi Adnyana akan membawa gagasan besar Transformasi KMHDI untuk Indonesia pada momentum Mahasabha / Kongres Nasional Ke- XIV KMHDI di Provinsi Lampung.


Untuk Indonesia
Sekilas Perjalanan KMHDI
Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) lahir dari kegelisahan mahasiswa Hindu pada awal tahun 1990-an yang belum memiliki wadah nasional untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan kepentingan umat, dan menghimpun potensi intelektual mahasiswa Hindu. Kegelisahan tersebut akhirnya terjawab melalui Kongres I di Denpasar, Bali, pada 1–4 September 1993, yang menandai berdirinya KMHDI secara resmi pada 3 September 1993.
Sejak saat itu, KMHDI berkomitmen menyatukan mahasiswa Hindu Indonesia dalam semangat pengabdian kepada umat dan bangsa, hingga tumbuh menjadi organisasi dengan struktur yang kuat dan jaringan luas di seluruh Indonesia. Kini, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat—mulai dari globalisasi, perkembangan teknologi, hingga kompleksitas persoalan sosial dan lingkungan—KMHDI dituntut untuk terus bertransformasi, bukan hanya menyesuaikan diri, tetapi juga menjadi pelopor perubahan.
Mahasabha XIV KMHDI di Provinsi Lampung pada Maret 2026 menjadi momentum penting untuk menentukan arah masa depan organisasi, sekaligus menegaskan kembali jati diri KMHDI sebagai organisasi intelektual, progresif, dan berkarakter kebangsaan yang berjuang dalam semangat Dharma Agama dan Dharma Negara.




VISI KMHDI
Sebagai Wadah Pemersatu dan Alat Pendidikan Kader Mahasiswa Hindu Indonesia
MISI KMHDI
Memperbesar Jumlah Kader Mahasiswa Hindu yang Berkualitas
Sekilas Tentang Saya
Halo teman-teman KMHDI di mana pun berada.
Perkenalkan, saya Wayan Ardi Adnyana, akrab disapa Ardi. Saya adalah kader KMHDI yang mulai berproses sejak tahun 2018, belajar dan bertumbuh bersama organisasi ini dari ruang-ruang diskusi, kerja lapangan, hingga panggung-panggung demonstrasi.
KMHDI memberikan begitu banyak pelajaran dalam perjalanan hidup saya, bukan hanya sebagai kader, tetapi juga sebagai individu. Melalui KMHDI, saya belajar mengenal keragaman kultur teman-teman di Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Jawa, Lampung, Maluku hingga Sumatera—yang ternyata sangat berbeda dengan kultur kami di Pulau Sulawesi. Dari perbedaan itulah saya semakin memahami bahwa KMHDI adalah rumah yang menyatukan kita semua, meskipun datang dari latar belakang yang beragam.
Di luar proses berorganisasi, perjalanan studi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan cara pandang saya. Saya menamatkan pendidikan Sarjana pada Program Studi Agribisnis di Universitas Lakidende pada tahun 2022 dan memperoleh gelar Sarjana Pertanian (S.P.). Dunia agribisnis mengajarkan saya cara berpikir sistematis, melihat persoalan dari hulu ke hilir, serta memahami pentingnya keberlanjutan—nilai-nilai yang kemudian saya bawa dalam berorganisasi dan bergerak di KMHDI.
Astungkare, hari ini saya mendapatkan amanah program beasiswa Magister dari Forum Alumni KMHDI yang mengantarkan saya melanjutkan studi Magister Agribisnis di IPB University. Bagi saya, ini bukan sekadar kelanjutan studi, tetapi juga bentuk kepercayaan dan tanggung jawab moral untuk terus belajar, bertumbuh, dan kelak mengembalikan manfaat bagi organisasi, umat, dan bangsa.
Bersama KMHDI, saya telah menempuh banyak perjalanan dan proses pengabdian. Setiap langkah menghadirkan pengalaman, pelajaran, dan kesadaran baru tentang arti kebersamaan dan perjuangan. Namun di tengah perjalanan itu, saya juga merasa bahwa masih ada banyak hal yang perlu kita kerjakan secara kolektif. Mulai dari menjadikan rumah perjuangan ini benar-benar sebagai wadah yang menghimpun mahasiswa Hindu Indonesia, memperkuat persaudaraan antarsesama, hingga membangun gerakan-gerakan inovatif yang menjaga dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Hindu dan Negara.
Bagi saya, KMHDI harus terus kita rawat sebagai alat pendidikan kaderisasi—ruang belajar yang menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab, bukan hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga pada lingkungan sosial secara luas. KMHDI adalah rumah belajar bagi mahasiswa Hindu di mana pun berada, tempat kaderisasi menjadi alat perjuangan, sekaligus rumah yang aman, nyaman, dan menumbuhkan bagi siapa pun yang telah memilih berada di dalamnya.


Bersamaan dengan perkenalan ini, dengan segala kerendahan hati saya memohon doa, restu, dan dukungan dari teman-teman semua yang saat ini berada di dalam rumah perjuangan bernama KMHDI, di mana pun berada. Perjalanan ini tentu tidak bisa saya tempuh sendiri. Ia membutuhkan kebersamaan, kepercayaan, dan semangat kolektif dari kita semua sebagai satu keluarga besar mahasiswa Hindu Indonesia.
Melalui ruang ini, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk kita #TumbuhBareng di KMHDI. Bersama gagasan “Transformasi KMHDI untuk Indonesia”, saya berikhtiar menghadirkan arah baru gerakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak bagi umat serta bangsa. Gagasan ini bukan tentang satu nama, melainkan tentang gerakan bersama—tentang bagaimana KMHDI ke depan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Dengan niat dan keyakinan tersebut, saya meyakinkan diri untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Pimpinan Pusat KMHDI Periode 2026–2028 pada perhelatan nasional Mahasabha / Kongres Nasional ke-XIV KMHDI yang akan diselenggarakan di Provinsi Lampung pada bulan Maret mendatang. Saya percaya, dengan kebersamaan dan semangat tumbuh bersama, KMHDI dapat terus menjadi rumah yang menyatukan, mendidik, dan menggerakkan mahasiswa Hindu Indonesia untuk memberi kontribusi nyata bagi umat dan negara.




